Recent Posts

Wednesday, July 30, 2014

k den

semoga abis liburan jadi banyak tugas kuliah, banyak kerjaan. jadi bisa make otak buat mikir yang penting. huuhhuuhuhu

daritadi bukan

ajarkan, jangan tanam paksakan. nanti niatnya terubah, kau yang marah. nanti ujungnya tak terarah, kau yang berdarah. karena yang terdengar bukan kebaikanmu, jangan matikan nuranimu. karena seburuk dan sebaik apapun terasa malam ini, sebabnya sedari kecilmu kau benar menerima apa yang diajari. sampai kau terpikir jauh sedalam ini, karena apa yang diberi. karena fisikmu lebih beruntung dari yang mendapati hilang kaki, kau ajari akalmu untuk berbagi. karena yang kau harap nanti begitu besar, jangan lupa saat ini. percayamu semuanya satu, kenapa mesti berlomba membuktikan ragu. karena yang tak berpikir banyak, hargai kebenaran yang kau yakini. karena yang kau kira adalah sama, lihat sekitaranmu tak ada yang luwes sepikiran sesama. matikan hatimu karena banyaknya beban yang ditanggung. karena yang kau pikirkan serius pun hanyalah senda gurau belaka dimata lamun.

sebenarnya adalah bagaimana

siapa yang sebenarnya, ketika adanya sesuatu karena isengnya menghancurkan. kenapa yang ada, membuat? karena butuh.

you there, bro?

you see, every shit they told seems stupid, really. kenapa yang se simple satu tambah satu tak terjelaskan oleh tangan. damaikah ruhmu dengan menjejalkan ratusan ribu kepala saudaramu. serumu dengan nama yang menjanjikanmu surga, mulai meragukan hati yang dulu percaya. sejak kuantitas lebih menarik dibanding kualitas, dikitabmu tertulis, saudaramu yang jadi kayu bakar untuk saudaramu yang lain. hebat. sungguh. konsep akan keindahan di akhir sungguh hebat. sejatinya akal ini tak sampai seperkataanmu, kau malu. karena terlalu banyak janji atas kehendak yang dikatakan bebas, yang selarasnya adalah senapan diujung mulut. kau ledakkan dikepala sesamamu pun matimu dihadiahkan sungai indah dan banyak buah. hebat. konsep akan abadinya dirimu di akhir sungguh hebat. kalau nanti seluruh pinta terpenuhi, bedakan mana hamba dan yang disembah. kalau nanti ada yang minta semua terulang sesuai kehendaknya, kalau pinta bahwa abadinya nanti dihabiskan terucapkan. apa yang membedakan. yang dituliskan dari lahir untuk berjuang memanjakan pencipta, sampaikan salam dari akal yang diciptakan untuk tak berpikir mati.

Monday, July 28, 2014

lalu?

angin yang berjalan terjelaskan, pengumbar kataMu menipu, kau yang baik melihat terdiam karena ketika kau melantangkan suaramu, pasti kecaman yang diterima. awal mengira semua telah baik-baik saja, ruh mu berlaga memikul seperti asa, ia terlena karena saudara tidak terkabarkan. ruh mu tidak takut pada otakmu yang berusah tidak berlogika, karena yang tidak sampai dengan logikamu itu yang kebenaran mutlaknya tertulis dalam kitabmu oleh perkataanNya. bila semuanya itu satu, boleh asumsimu bahwa pencipta ruh mu bukan maniak iseng, bingung. kau pun tau seluruh ragamu menapiskan satu. karena pendiktean, pemaksaan, pemberontakan satu sel pada sel lainnya malah terjadi, otakmu takkan mampu, karena yang kau pikirkan benar selalu dipermasalahkan oleh satu: sumbermu tidak pernah ada kejelasannya.

yang satu, untuk kau tersebut aku. pada diri sendiri.

ketika batasan sadar disandingkan dengan ilusi juga delusi, mana yang terasa benar? dicari, tapi membantah. diperhatikan, keluhan yang keluar. karena tidak ingin dikerjakan, bukan tidak disanggupi, hatinya yang mulai hitam. apapun tersuguhkan, pencernaannya selalu buruk. peduli pun tidak, apalagi percaya. pikiranmu tidak pernah kalut, yang kau yakini tidak menepis keberadaanmu. yang kau pilih itu salah, kata kitabmu, percaya tidaknya kau, kau serahkan pada sel otakmu. tergeraknya pun karena apa yang di suratkan ada. buat apa kenikmatan dan kesengsaraan. pemuas nafsu kah konsep kenikmatan. di sakiti hingga mendesah itu surga para masochist, kenapa dibiarkan dalam 'kesengsaraan'. butuh, karena moral tidak dimiliki perorangan, apalagi per-kelompokan. membunuh tuhan pun terasa gampang ketika yang teriak atas namaNya menghabiskan masa hidup satu spesiesnya. lampu merah saja dilanggar, bagaimana hukum tuhan yang terambigukan. ketika penyampai kataMu yang pintar bimbang menghadapi perusakMU, apalagi kau yang sel otaknya sudah berkurang jauh dari triliyunan. kau tanya pada ruh mu, apakah ruh mereka tak tersayat membuang sampah sembarangan, membutakan matamu pada satu kelompok dan membiarkan yang baik dimatikan jam tangannya. merayakan pemenggalan kepala diatas ayatMu, karena janjiMu. karena pada alas kakinya terbuat dengan sol yang sama, pembenaran atas apapun yang membawa namaMu. batasan mu pada terrastrial, terbagi 3 lapisan bukan? boleh kau senang dilapisanmu, tidak menoleh malah merusak lapisan sebelum mu. boleh kau membangun ajaranmu, tidak dimana orang dapat melihatmu. pada tempat pulangmu akan riuh dengan keyakinanmu, kau bisikkan pada ruh mu yang kau percayai ada. otakmu sudah lusuh karena berbicara dengan yang tertulis di kitabmu, tidak dapat ditangkap logika.