gausah disebut ya kapan, dimana atau siapa.
saya cemburu.
sincerely,
i wish i could turn back the time.
Recent Posts
Monday, December 26, 2011
cengeng.
Posted by
ade k.f.
karena teringat mati
teringat orangtua
teringat besok bisa makan apa
teringat besok bisa jawab apa
teringat besok bisa jadi apa
teringat...
teringat orangtua
teringat besok bisa makan apa
teringat besok bisa jawab apa
teringat besok bisa jadi apa
teringat...
Wednesday, December 21, 2011
hal buruk, belum tentu tidak baik.
Posted by
ade k.f.
Kami sanggup membaca buku sambil berjalan, sambil bersepeda, sambil makan bahkan sambil mengantuk. Animo belajar ini semakin menggila begitu masa ujian datang. Kami mendesak diri melampaui limit normal untuk menemukan limit baru yang lebih tinggi.
Kami sengaja diajarkan candu. Candu ini ditawarkan siang dan malam, sedemikian rupa sehingga semua orang jatuh menyerah kepadanya. Kami telah ketagihan. Kami candu belajar. Dan ujian, adalah pesta merayakan candu itu.
-a.f
Saturday, December 17, 2011
Wednesday, December 14, 2011
memorinya semuanya hilangnya
Posted by
ade k.f.
saya seharusnya biasa melupakan (sengaja / tidak sengaja) hal-hal yang tidak ingin saya ingat.
seperti yang akhir-akhir ini terjadi misalnya.
atau yang 3 juni kemarin.
atau yang 15 maret kemarin.
atau yang 14 januari kemarin.
bahkan yang 19 november juga.
indah sekali rasanya kalau bisa lupa.
what a.... great memory.
seperti yang akhir-akhir ini terjadi misalnya.
atau yang 3 juni kemarin.
atau yang 15 maret kemarin.
atau yang 14 januari kemarin.
bahkan yang 19 november juga.
indah sekali rasanya kalau bisa lupa.
what a.... great memory.
O
Posted by
ade k.f.
dukaku dukakau dukarisau dukakalian dukangiau
resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian
raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian
mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai
siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia
waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas
duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai
oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O..
-Sutardji Calzoum Bachri
resahku resahkau resahrisau resahbalau resahkalian
raguku ragukau raguguru ragutahu ragukalian
mauku maukau mautahu mausampai maukalian maukenal maugapai
siasiaku siasiakau siasia siabalau siarisau siakalian siasia
waswasku waswaskau waswaskalian waswaswaswaswaswaswaswaswaswas
duhaiku duhaikau duhairindu duhaingilu duhaikalian duhaisangsai
oku okau okosong orindu okalian obolong o risau o Kau O..
-Sutardji Calzoum Bachri
Monday, November 28, 2011
relatif
Posted by
ade k.f.
coba deh perhatiin.
semua yg ada di dunia ini relatif kan ya?
apa yg kita lihat benar, belum tentu benar di mata orang lain.
adil bagi kita, gatentu adil bagi mereka.
toh semua manusia diberi hak memilih.
memilih untuk menjadi benar atau sebaliknya.
ada kan hak asasi semacamnya.
nah pertanyaannya :
yang benar-benar "benar" itu sebenarnya benar-benar ada atau tidak?
kan yang benar itu belum tentu benar?
terus yang membenarkan yang benar-benar salah juga benar kan?
toh menurut dia itu benar.
benar-benar "benar" yang dimaksudkan juga kan belum tentu benar?
kan yang benar-benar "benar" itu relatif.
terus yang buat hak asasi, hukum dan semacamnya sudah merasa paling benar?
kok bisa membenar-benar kan yang gak pasti kebenarannya?
kalau kebenaran yang benar-benar "benar" itu relatif, kenapa mesti ada pembenaran? kenapa mesti ada yang membenar-benar kan? mana hak asasi yang digempor-gemporkan buat merasa benar?
*sigh*
re-la-tif sih ya.
toh apa yg saya tulis juga belum tentu benar?
semua yg ada di dunia ini relatif kan ya?
apa yg kita lihat benar, belum tentu benar di mata orang lain.
adil bagi kita, gatentu adil bagi mereka.
toh semua manusia diberi hak memilih.
memilih untuk menjadi benar atau sebaliknya.
ada kan hak asasi semacamnya.
nah pertanyaannya :
yang benar-benar "benar" itu sebenarnya benar-benar ada atau tidak?
kan yang benar itu belum tentu benar?
terus yang membenarkan yang benar-benar salah juga benar kan?
toh menurut dia itu benar.
benar-benar "benar" yang dimaksudkan juga kan belum tentu benar?
kan yang benar-benar "benar" itu relatif.
terus yang buat hak asasi, hukum dan semacamnya sudah merasa paling benar?
kok bisa membenar-benar kan yang gak pasti kebenarannya?
kalau kebenaran yang benar-benar "benar" itu relatif, kenapa mesti ada pembenaran? kenapa mesti ada yang membenar-benar kan? mana hak asasi yang digempor-gemporkan buat merasa benar?
*sigh*
re-la-tif sih ya.
toh apa yg saya tulis juga belum tentu benar?

